Arti Merdeka yang Sesungguhnya

Arti Merdeka yang Sesungguhnya


Zunaiya zuhroh -  Bicara soal merdeka pasti kebanyakan orang mengira bahwa kemerdekaan ialah hak bebas atas setiap negara yang dijajah.Tentu bukan itu rasio penentu arti kemerdekaan,karena sejatinya kemerdekaan ialah sebuah elemen kebeasan  yang muncul pada pikiran manusia itu sendiri  dan boleh jadi jika di simpulkan secara konvensional  atau umum hakekat dari Kemerdekaan adalah seperti Liberalisme yaitu Sebuah aliran atau pandangan yang hidupnya mengacu pada kebebasan tanpa terikat persyaratan apapun dalam menjalani kehidupannya.Hal ini mengakibatkan beberapa dampak kedepannya. Seperti halnya Teori Atheisme yang merupakan salah satu dampak dari Liberalisme.Sebelumnya,Pasti sudah tau apa itu teori atheisme.


Atheisme merupakan suatu pandangan atau aliran dimana manusia berhak dan bebas untuk tidak menyembah atau bertuhan pada penciptanya. Ludwiq Andreas Feuerbach (1804-1872) dia adalah salah dari seorang filsuf yang mengimani teori atheisme.Padahal dalam pandangan Islam,Islam sangat melarang tentang adanya atheisme.karena setiap manusia yang lahir di bumi mempunyai tuhan dan wajib bertuhan.

َإِنَّاخَلَقْنَاكُمْمِنْتُرَابٍثُمَّمِنْنُطْفَةٍثُمَّمِنْعَلَقَةٍثُمَّمِنْمُضْغَةٍمُخَلَّقَةٍ
وَغَيْرِمُخَلَّقَةٍلِنُبَيِّنَلَكُمْوَنُقِرُّفِيالأرْحَامِمَانَشَاءُإِلَىأَجَلٍمُسَمًّىثُمَّنُخْرِ
جُكُمْطِفْلاثُمَّلِتَبْلُغُواأَشُدَّكُمْوَمِنْكُمْمَنْيُتَوَفَّىوَمِنْكُمْمَنْيُرَدُّإِلَىأَرْذَلِالْعُمُرِ
لِكَيْلايَعْلَمَمِنْبَعْدِعِلْمٍشَيْئًا

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya..”(QS.Hajj:5)

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.”(QS.An Nahl:4)

Lalu bagaimana konsekuensi seseorang bila dirinya mengimani dan memeluk teori atheisme.Memang setiap manusia mempunyai hak atas apapun termasuk tidak beragama karena hak haknya punyapun sudah dijelaskan dalam HAM(Hak Asasi Manusia).Tapi dalam pandangan semua agama yang ada di Indonesia mengimani teori atheisme sangatlah dilarang karena sudah melanggar asas asas Pancasila yaitu wajib memeluk agama.selain hal itu ada juga dampak yang nantinya akan terjadi setelah kehidupan di dunia sesuai petunjuk Qur'an dan Hadits yang sahih

وَمَاأُمِرُواإِلَّالِيَعْبُدُوااللَّهَمُخْلِصِينَلَهُالدِّينَحُنَفَاءَ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Jadi,atheisme adalah hal yang di klaim baik dari pihak Negara Demokrasi ataupun Agama itu sendiri.karena itu kita perlu untuk memperdalam ilmu ketauhidan agar tidak terjerumus oleh yang namanya aliran atheisme.Sebelimnya tadi adalah masalah tentang Liberalisme,jadi atheisme salah satu dari bentuk Liberalisme.Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin tahun semakin canggih,aliran liberalisme juga semakin berkembang secara luas bahkan banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa mereka sedikit demi sedikit mencontoh perilaku liberalisme,seperti orang yang sedang pacaran.Pacaran adalah sebuah hubungan yang tidak sah secara Hukum maupun Agama.Dan ini norma Agama.

Dalam Norma Hukum,Pihak yang berpacaran ini Melanggar aturan hukum negara.Karena sudah dijelaskan dalam aturan UU no.1 tahun 1974
“Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”

Dalam Norma Sosial,sangat melanggar kode etik sosial.Mengapa ? karena dalam dunia Sosiologi punya  teori punya pemahaman tentang Norma.Dan Pacaran adalah suatu pelanggaran baik norma hukum norma sosial,bebas tidak ada batasan batasan antara seorang wanita dengan seorang pria yang tidak ada ikatan pernikahan secara Hukum dan Agama sangatlah melanggar.Karena dari pergaulan bebas banyak menimbulkan masalah dan dapat merusak masa depannya yang mendatang.Oleh karena itu Ilmu Sosiologi sangatlah penting di pelajari agar tau tentang bagaimana hubungan sosial yang benar.

Secara Agama,terutamanya untuk Agama Islam sangatlah melarang yang namanya pacaran.Karena pacaran merupakan pendekatan dari bentuk perzinahan. Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’ [17] : 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”
Rasulullah SAW pun bersabda:

سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)

Jadi,Pacaran dalam konteks apapun sangat melanggar karena melanggar mereka bebas melakukan semuanya tanpa terikat suatu peraturan apapun sehingga secara tidak sadar mereka mengikuti aliran atheisme.Sebagai orang tua tentunya kita harus cermat,tanggap tentang anak kita baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Merdeka berarti Bebas dan lebih condong pada Liberalisasi.Dan apakah makna dari 17 Agustus 1945 bukan kah Indonesia sudah merdeka? Sejatinya Indonesia bahkan Negara Negara yang sudah menjadi Negara Maju belum bisa menjadi Negara yang Merdeka atau Bebas.Mengapa karena Hubungan Negara satu dengan yang lain masih saling membutuhkan tidak berdiri dengan sendirinya.Hububgan Internasional sangatlah penting bagi setiap Negara.Karena jika tidak ada kerjasama maka Pemasukan kas negara pun tidak ada hingga menimbulkan beberapa dampak utamanya dibidani keuangan.Dan pastinya banyak kekacauan yang akan terjadi di Negaranya.Selain itu masyarakatpunpun akan kesulitan mencari kerja.karena kurangnya Lapangan kerja.Untuk itu Negara satu dan negara lain masih saling ketergantungan sehingga belum dikatakan negara yang sudah merdeka.

Dan apakah hanya itu saja ?Secara pribadi setiap manusia tidak punya kebebasan dalam segala apapun karena mereka punya hak dan tanggung jawab atas Tuhannya masing masing.Meteka masih dibawah pimpinan Tuhan mereka,Allah SWT.Dan Allah lah yang telah menetapkan berbagai Aturan yang harus dikerjakan,yang disunnahkan untuk dikerjakan,yang makruh untuk ditinggalkan,bahkan yang haram untuk dijauhi dan dilarang.Karena itu manusia belum bisa merdeka Samapi meninggalkan belum bisa dikatakan merdeka.Untuk itu,kita sebagai manusia tidak disarankan untuk memikirkan kemerdekaan diri.Tapi Berfikirlah tentang diri baagaiaman agar semakin hari semakin taat pada Tuhan,Allah SWT.
Baca Juga
SHARE
Lalu ahmad
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar