Program Belajar dari Rumah di TVRI Dijadikan Salah Satu Alternatif Belajar Siswa di Jenjang SD, Apa Saja Manfaatnya ?

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim Saat Melakukan Konferensi DANA BOSS 2020, Senin (10/2), Foto : dok.kemdikbud.go.id).

Program Belajar dari Rumah yang ditayangkan di TVRI merupakan salah satu alternatif belajar di tengah pandemi virus Corona. Dalam laman resmi Kemdikbud, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim ingin memastikan bahwa kondisi darurat  seperti ini tak memutus kesempatan anak-anak dalam belajar. Kemendikbud menyadari masih banyak sekolah di daerah tidak memiliki akses internet, kesulitan menggunakan platform teknologi, hingga keterbatasan dana untuk kuota internet atau pulsa. “Program Belajar dari Rumah merupakan bentuk upaya Kemendikbud membantu terselenggaranya pendidikan bagi semua kalangan masyarakat di masa darurat Covid-19,” ujar Nadiem Makarim pada telekonferensi Peluncuran Program Belajar dari Rumah di Jakarta, pada Kamis, 9/4/2020 (dimuat dalam situs berita Kompas.com).


Kita pasti pernah bertanya-tanya. Ketika program belajar dari rumah di TVRI, dijadikan salah satu alternatif belajar siswa di semua jenjang, khususnya jenjang SD, lalu sebenarnya apa saja manfaat dari mengikuti program tersebut?

Dipublikasikan dalam situs Psychology Today, Dona Matthews Ph.D. (diterjemahkan dalam situs pendidikan “Zenius.net”) menjabarkan beberapa manfaat dari mengikuti program homeschooling atau program belajar dari rumah. Antara lain  adalah sebagai berikut.

Efisiensi

Kemampuan satu siswa dengan siswa lain dalam memahami suatu pelajaran biasanya berbeda-beda. Ada siswa yang dapat memahami materi lebih cepat dibandingkan siswa lainnya. Sebaliknya, ada juga siswa yang pemahamannya cenderung lebih lambat. Dengan belajar dari rumah dan menyimak terlebih dahulu tayangan yang ada di TVRI yang waktunya sudah ditentukan untuk jenjang SD yaitu setengah jam mulai pukul 09:30-10-30 WITA, siswa jadi bisa menentukan dan melanjutkan lagi belajarnya berdasarkan materi yang telah disimak. Tentunya dengan bimbingan orangtua di rumah dan waktunya bebas, bisa saja pagi setelah tayangan selesai, bisa juga siang, ataupun malam.


Jika siswa cenderung lebih pelan dalam menguasai materi, ia tidak perlu takut ketinggalan penjelasan di TVRI. Ia bisa lebih memperdalam pemahamannya terlebih dahulu sebelum lanjut mengikuti tayangan materi berikutnya. Lagipula, tayangan di TVRI sudah banyak diposting di berbagai media online salah satunya adalah di YouTube, siswa ataupun orangtua bisa menyaksikan tayangan ulangnya dari sana bahkan hingga pembahasan maupun rangkuman materi, serta contoh soal, dan jawabannya.

Perlu diingat, sebagai siswa yang biasa belajar di dalam kelas ia mungkin akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi jika kegiatan belajarnya dipindah ke rumah. Salah satunya bisa jadi dikarenakan intensitas tatap muka dengan guru yang menurun, akan tetapi melalui tayangan program Belajar dari Rumah di TVRI, siswa ataupun orangtua tidak perlu lagi mencemaskan hal tersebut. Karena selain guru atau ilustrator, berbagai animasi lucu juga dijadikan sebagai media yang akan menarik perhatian siswa dan berdasarkan dari curhatan para orangtua di berbagai media online, siswa terlihat mudah beradaptasi dalam menyimak materi pelajaran yang ditayangkan.

Kehangatan Keluarga

Berapa jam waktu yang biasanya siswa habiskan untuk sekolah setiap harinya? Belum lagi dengan bimbel yang diikuti. Banyaknya waktu yang ia habiskan untuk belajar boleh jadi membuat waktu untuk keluarga tidaklah banyak. Pagi hari ia sudah harus berangkat dan malam harinya ia sudah kelelahan dan membuatnya memutuskan untuk tidur cepat. Kesibukan yang ia jalani tersebut bisa membuat waktu bersama keluarga jadi lebih pendek. Dengan menjalani kegiatan belajar di rumah melalui program di TVRI, siswa jadi bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga. Biasanya kurang lebih 10 menit sebelum program ditayangkan, di sana orang tua mengajak anak duduk bersama dengan sikap rileks dan menjelaskan sekilas tentang lamanya tayangan dan aktivitas yang akan dilakukan dengan anaknya saat atau sesudah menyaksikan tayangan tersebut. Anak juga menyiapkan alat tulis.

Seorang anak didampingi ibunya belajar dengan melihat tayangan TVRI di rumah mereka, di Deli Serdang, Sumatera Utara Senin, (13/4)
Foto: Irsan Mulyadi.

Ada banyak manfaat yang bisa siswa peroleh dari menghabiskan waktu bersama keluarga. Dalam tulisannya, seorang psikolog bernama Dr. Jozelle Miller menjabarkan beberapa manfaat dari menghabiskan waktu bersama keluarga. 
  1. Menghabiskan waktu bersama keluarga dapat meningkatkan self-esteem (penghargaan atas diri sendiri) pada anak. 
  2. Mempererat ikatan dalam keluarga. 
  3. Kebersamaan keluarga dapat membantu menciptakan perilaku positif. 
  4. Waktu yang kamu habiskan bersama keluarga dapat meninggalkan memori yang indah dalam ingatanmu. 
  5. Jika hubunganmu dengan orang tuamu selama ini kurang baik, menghabiskan waktu bersama dapat menjadi salah satu solusi untuk memperbaikinya. 


Kebebasan

Ilustrasi ibu dan anak sedang belajar dari Rumah, Foto : Shuterstock 

Terkadang, sekolah tidak dapat menyediakan segala hal yang dibutuhkan oleh siswanya. Misalkan ia lebih mudah dalam memahami pelajaran jika ia belajar sambil mendengarkan musik klasik tetapi hal tersebut tidak dapat dipenuhi oleh sekolah karena kebanyakan siswa lebih nyaman belajar dalam suasana yang tenang. Kebutuhan khususnya tersebut dapat dipenuhi saat menjalani kegiatan belajar di rumah. 

Animasi-animasi lucu yang edukatif dan kreatif, dirasa begitu menarik perhatian dan menumbuhkan pemahaman/motivasi belajar siswa sehingga mereka tidak merasa bosan dalam menyimak tayangan materi, media yang dirancang oleh tim/llustrator yang disesuaikan dengan tema di masing-masing kelas juga menjadi daya tarik tersendiri dan tanpa disadari dalam kondisi tersebut, dapat membantu siswa melewati fase-fase dalam proses belajarnya mulai dari Motivation, Apprehencion, Acquistion, Retention, Recall and Retrieval, Generalisation dan Feedback (Gagne). Juga tak ketinggalan gemar Matematika bersama Pak R. Ridwan H.S, yang kerap kali menyampaikan materi di sana mulai dari tujuan pembelajaran yang hendak dicapai siswa, materi pelajaran, motivasi, contoh soal, hingga jawaban dalam kategori HOTS (High Order Thingking Skill) sesuai isi dalam kurikulum dan animasi Sahabat Pelangi, Petualangan Oki dan Nirmala, serta animasi lainnya untuk kelas 1-3, yang bertujuan untuk menumbuhkan budi pekerti atau pendidikan karakter siswa pun pengenalan drama, museum nasional, dan lainnya untuk kelas 4-6.

Seperti yang disampaikan oleh Mendikbud Nadiem, konten pembelajaran dalam program “Belajar dari Rumah” akan fokus pada literasi, numerasi, dan penumbuhan budi pekerti atau pendidikan karakter. Mendikbud juga menuturkan, gotong rotong menjadi kunci dalam memfasilitasi anak bangsa untuk mendapatkan akses pendidikan. Kendatipun di hari libur, TVRI tetap menayangkan program-program edukasi yang kaya akan pengetahuan bagi para siswa di rumah yang merasakan pula manfaatnya.

Setelah hampir 3 bulan program Belajar dari Rumah di TVRI ini berlangsung, mulai sejak Senin, (13/4) lalu hingga Juli 2020. Nyatanya program ini memang menjadi alternatif belajar bagi siswa di jenjang SD dengan para orangtua sebagai pembimbing di rumah dan ya, mereka sangat merasakan manfaatnya tersendiri, meskipun ada juga orangtua siswa yang sedikit mengeluh tentang kesulitan dalam membimbing anaknya memahami materi pelajaran (berdasarkan hasil bacaan/telusuran di berbagai media online: komenan di Youtube, Instagram, group Telegram).

Penulis : Baiq Maulina Safira
Editor : Lalu Ahmad Najmul Munir

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel