Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hidup Sederhana Tak Merugikanmu

Hidup Sederhana Tak Merugikanmu

Malam itu, seorang Bos datang Ke Toko dengan menggunakan sendal dan peci di kapala menggunakan pakaian sederhana, Beliau orangnya sopan dan mengajarkan karyawannya selalu jujur dalam bekerja, Beliau mempercayakan Toko ke karyawannya.

Saya melihat walaupun toko sepi tetapi Beliau tidak pernah menunjukkan wajah sedih atau kecewa, saya bangga memiliki Bos seperti Beliau.

Saya mengikuti cara Beliau berpakaian dengan menggunakan pakaian sederhana dalam bekerja, dan sering menggunakan sendal ke toko, tetapi saat beliu berkunjung ke Toko dan melihat saya, beliau tidak marah dan hanya langsung masuk ke toko melihat hasil penjualan.

Dalam buku yang saya baca yang berjudul Filsafat Ilmu Pengetahuan”Manusia dan Filsafat”, mengatakan manusia faham betul atas fakta hidup, tetapi sering begitu bodoh terhadap kehidupannya. Ia mengerti makan, minum, pakaian, dan sebagainya, tetapi sering itu semua justru menghancurkan kesehatan lahir dan batinnya sendiri.

Kesederhanaan dalam hidup sangat penting agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, kita juga harus membedakan mana kebutuhan dan keinginan, knp? Karena keinginan tidak ada batasnya dalam hidup, kita ingin sepeda, ketika sudah punya ingin motor, seterusnya ingin mobil sampai melambung tinggi tanpa memikirkan kebutuhan sudah terpenuhi. 

Seharusnya kita bersyukur kebutuhan seperti makanan, minuman, tempat tinggal sudah ada, tidak seperti kebanyakan orang di luar sana, banyak tinggal di kolong jembatan. cara bersyukur adalah jangan membandingkan milik kita dengan orang lain, kenapa? Karena saat tetangga kita punya rumah mewah dan kita memaksakan diri untuk mengikutinya padahal kita tau, bahwa kita kidak mampu Tetapi kita tetap memaksakan diri untuk membeli rumah mewah tersebut yang akhirnya kita harus meminjam kesana kesini hanya untuk keinginan yang hanya membuat batin tersiksa karena hutang, Padahal kita sudah punya tempat tinggal yang nyaman, kenapa harus mengikuti orang lain?.

Penulis : Isti Tazqiah (Mahasiswa FE UNU NTB).